Allah berfirman, dan sungguh kamu telah mengetahui orang2 yg melampaui batas (melanggar janji) pada hari sabtu, maka Kami berkata kpd mereka jadilah kamu monyet yg hina. Dlm tafsir al-jailany dikisahkan bahwa umat nabi dawud telah berjanji tidak mencari ikan pada hari sabtu. Mereka tinggal di pinggir pantai di desa Ailah dan berprofesi sbg nelayan. Pada saat Allah mengutus nabi dawud kpd kaumnya. Nabi dawud mengajak mereka utk beriman kpd Allah dan tidak mencari ikan pada hari sabtu, krn hari sabtu dikhususkan utk tawajjuh (menghadap Allah), dan ta'abud (beribadah kpd Allah). Semua umat nabi dawud sepakat akan mematuhi janji tersebut. Namun setelah kesepakatan tersebut tiba2 ikan2 di laut pada hari sabtu justru betkumpul memenuhi pinggir pantai. Lamba laun umat nabi dawud tdk berdaya menghadapi godaan banyaknya ikan yg berada di pinggir pantai, akhirnya mereka mengambil ikan2 tersebut pada hari sabtu, lalu mereka merekayasa merubah jadwal pada hari ahad, namun lagi2 mereka tetap melakukan penangkapan ikan juga. Umat nabi dawud benar2 telah melanggar janji Allah dengan melakukan rekayasa. Kemudian Allah murka kpd mereka, mereka berubah menjadi binatang kera yang sangat hina. Syekh Abdul Qadir aljailany menafsirkan kera yang hina yaitu apabila manusia tdk bisa bersikap layaknya manusia yaitu menepati janji dan komitmen maka potensi kemanusiannya akan rusak hingga muncul potensi kebinatangan sebagaimana binatang kera yang memilii sifat rakus, tama' dan hina, bahkan kelakuan mereka bisa lebih buruk dari binatang. Naudzubillah min dzalik. Semoga Allah senantiasa membimbing kita supaya dapat menundukkan nafsu2 kebinatangan yg ada dalam diri sehingga kita bisa menjadi pribadi insan yang mengenal Tuhannya dan istiqamah dlm melaksanakan perintah-Nya.

Allah berfirman: sesungguhnya orang2 yg beriman, orang2 yahudi, orang2 nasrani dan orang2 sabiin yaitu orang yg beriman kpd Allah, hari akhir dan beramal shaleh, maka mereka memperoleh pahala dari tuhan mereka dan tdk ada rasa khawatir dan rasa sedih. Syekh Abdul Qadir al-Jailany menafsirkan bahwa umat yg mengikuti agama nabi muhammad ( Islam), agama nabi musa (yahudi), agama nabi isa (nasrani) dan pengikut nabi nuh (sabi'in) adalah orang2 yang beriman kpd Allah dg ciri2: menyakini keesaan Allah, mengakui Allah sbg pengatur alam semesta, dan mengetahui bahwa tdk ada yg mengadakan (alam semesta) kecuali Allah. Jika mereka memiliki prinsip tauhid dan keikhladan yg demikian lalu mereka beriman hari akhir dan beramal shaleh niscaya mereka akan memperoleh pahala dari Tuhan. Ayat tersebut tdk bisa dijadikan dasar bahwa semua agama islam, yahudi, nasrani adalah sama, krn alquran telah mengkritik penyimpangan keyakinan trinitas umat nasrani, keyakinan uzair sbg putra Allah umat yahudi, dengan kata lain akidah umat nasrani dan yahudi saat ini telah syirik sehingga tdk sesuai dg ajaran nabi musa dan isa yg seutuhnya. Syirik diklasifikasi mjd dua syirik jali dan syirik khafi. Terkait syirik khafi Rasulullah saw sdh mengingatkan dlm hadisnya, bahwa sesuatu yg paling dikhawatirkan menimpa umatku yaitu syirik asghar yaitu penyakit riya'. Mari bersihkan akidah kita dari syirik jali dan syirik khafi, sehingga kita dpt mencapai kualitas keikhlasan dlm ibadah kita. Semoga Allah membimbing kita.

Tafsir sufistik, lanjutan surat albaqarah 60. Allah berfirman, sungguh tiap manusia telah mengetahui tempat minum mereka, makan dan minumlah dari rizki Allah, dan jangan menjadi perusak di muka bumi. Tafsir sufistik ayat tersebut bahwa semua manusia saat merasakan dahaga pasti membutuhkan minum begitu juga saat ruhani manusia mengalami kekeringan pasti membutuhkan minuman ruhani yang bisa menjadi oase batiniyahnya. Siapakah yg bisa mengobati kekeringan ruhani ? Jika fisik yg sakit maka datanglah kpd dokter, jika tdk memahami tata cara ibadah yg benar maka datanglah kpd ulama fikih, tapi ketika batiniyah sdg kering dan sakit maka datanglah kpd yg ahli soal batiniyah yaitu para mursyid. Ayat selanjutnya, makan dan minum dari rizki Allah. Maksud makan dan minum bukn sebatas makan dan minum secara lahiriyah, tp batiniyahpun perlu minum dan makanan yang bergizi, supaya ada kesimbangan. Jangan sampai kebanyakan makan tapi lupa minum, bisa keselek, begitu sebaliknya jangan sampai kebanyakan minum lupa makan, perut bisa kembung. Karena itu, makan dan minumlah secara seimbang dan tdk berlebih2an. Artinya dlm praktek agama harus menjaga keseimbangan antara syariat yg diibaratkan makan dan hakikat yg diibaratkan minum, dua aspek syariat dan hakikat sama2 datangnya dari Allah yg sdh menjadi satu kesatuan dan saling melengkapi. Jika beribadah hanya didasari aspek syariat yaitu fiqih semata niscaya sulit mencapai kualitas ihsan. Begitu sebaliknya, jika mementingkan aspek hakikat dan mengabaikan syariat maka akan menjadi org kebatinan. Ayat berikutnya, dan jangan kamu menjadi perusak di muka bumi. Artinya jika dlm ibadah tdk ada keseimbangan antara syariat dan hakikat maka akan menjadi perusak aturan agama di muka bumi. Faktanya org yg hanya paham fikih semata akan mudah fasik, sebaliknya org yg hanya mengamalkan hakikat semata akan menjadi zindik. Semoga kita termasuk orng yg beribadah yg didasari dg syariat dan hakikat melalui praktek tarekat yg benar sehingga bisa menikmati buah ihsan yaitu ma'rifatullah.

Ketika masyarakat mengalami krisis spiritual krn faktor kecintaan duniawi dan melupakn Allah maka jiwa dan hati akan mengalami kekeringan sehingga muncul stres, depresi dan galau. Jika zaman nabi musa terjadi kekeringan yg melanda seluruh negeri, tp zaman sekarang terjadi kekeringan spiritual. Maka saat menghadapi kondisi yg demikian datanglah kpd para kekasih Allah yaitu para nabi, wali dan mursyid. Sebagaimana Umat nabi Musa akan datang kpd Nabi Musa, tp umat pada zaman sekarang bisa datag kpd para ulama, para wali, para mursyid. Ketika Nabi Musa didatangi umatnya yg datang minta hujan krn kekeringan, lalu Allah berfirman kpdnya, pukullah batu itu dg tongkatmu niscaya akan memancar 12 sumber mata air. Begitu pula, para Mursyid yang didatangi para muridnya, mereka meminta supaya diberikan siraman ruhani krn dahaga spiritual sebab keringnya hati dan jiwa, hatinya lbh mencintai duniawi, jiwanya dikuasai oleh hawa nafsu, maka Mursyid akan menasehati mereka supaya hatinya senantiasa memandang Allah dlm melihat segala sesuatu, niscaya hati akan tentram dan damai dan akan memperoleh pencerahan dan limpahan rahasia2 ketuhanan yg disimbolkan dg 12 mata air. Semoga kita termasuk orang yg memperoleh anugerah tersebut.

Allah berfirman, maka orang2 yg berbuat dzalim mengganti ucapan yang tdk disampaikan kpd mereka. maka Kami akan menurunkan siksa dari langit kpd mereka sebab perbuatan fasiq mereka. syekh abdul qadir aljailany menafsirkan orang yang dzalim yaitu orang yang keluar dari menjalankan perintah Allah, padahal semua perintah Allah itu memiliki peranan sangat penting yaitu untuk memperbaiki sikap dan perilaku manusia. akan tetapi manusia yang masih diliputi hawa nafsu akan melakukan kedzaliman dengan memlintir peritah Allah. seperti shalat lima waktu adlh perintah Allah yang harus dilakukan namun krn masih terbelenggu hawa nafsu seringkali muncul banyak alasan yg dibuat2 sebagai pembenaran atas hawa nafsunya. karena itu tidak dibenarkan bagi seorang salik yang menuju Allah meninggalkan perintah Allah (tarikus syariah) dengan dalih apapun. jika ada seorang salik meninggalkan perintah Allah dengan mengikuti hawa nafsunya maka konsekwensinya Allah akan menurunkan siksa dari langit yaitu kegelapan hati sehingga terpedaya oleh hawa nafsunya dan akhirnya menjadi orang yg fasiq. semoga kita dijauhkan dari sifat fasiq dan terlepas dari tipu daya hawa nafsu.

Tafsir Sufistik: Surat al-Baqarah, 58. Allah berfirman, ketika kami berkata, masuklah kamu di kampung ini, makanlah dari hasil buminya sesukamu dengan enak, dan masuklah ke dalam pintu dengan bersujud, dan katakanlah, ampunilah kesalahan niscaya kami akan mengampuni segala dosa2mu dan kami akan menambahkan rahmat kpd orang2 yg berbuat baik. tafsir sufistik ayat tersebut sbb: masuklah kampung ini ditafsirkan oleh syekh abdul qadir aljailany yaitu kampung suci para nabi dan para wali, maksudnya bahwa para nabi dan para wali adlh orang2 yg disucikan oleh Allah sehingga mereka memperoleh limpahan ilmu ladunni dan ilmu hakikat krn jiwanya tlh suci dari segala hawa nafsu. krn itu, para salik yg memperoleh percikan ilmu hakikat dari para wali, maka syukurilah,nikmatilah dan amalkanlah karena ini makanan ruhani yg sangat lezat. setelah itu masuklah ke dalam pintu2 wilayah syariat dengan penuh adab dan rendah hati. sikap meminta ampun kepada Allah terus dilakukan supaya terhindar dari penyakit merasa suci. jika demikian, niscaya Allah akan menambah anugerahnya bisa mengamalkan ihsan scr nyata yaitu senantiasa memandang Allah sehingga termasuk golongan muhsinin.
Tafsir Sufistik: Surat albaqarah 57. Allah berfirman, makanlah makanan yg baik dari rizki yg telah Aku berikan kepadamu, mereka tidak berbuat dzalim kepdaKu akan tetap mereka telah berbuat kedzaliman terhada dirinya sendiri. ayat tersebut menjelaskan: Pertama, kita diperintahkan utk makan makanan yang halal baik halal secara lahiriyah maupun batiniyahnya. halal lahiriyah maksudnya halal zat makanannya dan proses mencarinya menggunakan cara2 yg halal. halal batiniyahnya maksudnya saat makan diawali dg membaca basmallah yg disertai mengingat Allah bahwa makanan yg kita makan adalah rizki dari Allah, sehingga kita akan semakin bersyukur kepada Allah. Kedua, menghilangkan keakuan merasa bisa mencari rizki dg kekuatan sendiri karena Allah sdh menjelaskan bahwa makanan yang dimakan itu rizki dari Allah, namun prosesnya sampai di tangan kita harus dijemput melalui usaha dan ikhtiar sesuai profesi masing2. jika kita sdh yakin bahwa semua rizki dari Allah dg menghilangkan keakuan diri kita maka penyakit pelit dan sikap sombong akan terlepas dari diri kita dan akan tumbuh benih2 syukur dapat menikmat rizki yang diberikan Allah kepada kita. Ketiga, jika sikap kita melupakan Allah sbg pemberi rizki sehingga muncul sifat pelit dan sikap sombong karena merasa memiliki kemampuan mencari rizki. sikap yg demikian, bukan berarti mendzalimi Allah tp sesungguhnya ia mendzalimi diri sendiri. orang yg demikian akan rugi sendiri karena tdk pernah ada rasa syukur, akan merasa kurang dan bersikap sombong. Namun pada saat Allah menunjukkan sifat kemaha kuasaannya kpd mereka dengan dicabut kesehatannya dg diberikan berbagai macam penyakit, sumber rizkinya ditutup oleh Allah usahanya bangkrut, atau dipecat dari tempat kerjar maka pada saat itu baru sadar bahwa dirinya tdk berdaya dan tdk mempunyai kekuatan apa2. Semoga Allah membimbing kita menjadi hamba yag pandai bersyukur.
Kajian Tafsir Sufistik: Surat al-Baqarah 54. Allah berfirman, dan ketika Musa berkata kpd kaumnya, wahai kaumku sesungguhnya kamu tlh berbuat dzalim krn telah menjadikan anak sapi sbg Tuhan maka bertaubatlah kpd Tuhanmu dan bunuhlah nafsu-nafsumu, hal itu lbh baik menurut Tuhanmu. Tafsir sufistik ayat di atas bahwa umat Nabi Musa tlh melakukan kedzaliman dg menjadikan anak sapi sbg Tuhan. Hal yg sama juga terjadi pada umat zaman sekarang, mereka menjadikan materi spt harta benda, anak dan istri menjadi Tuhannya. Kecintaan mereka thdp materi melebihi kecintaannya kpd Allah. Buktinya, mereka lbh mudah mengeluarkan dana utk berfoya2 menuruti hawa nafsu, daripada utk infaq, shadaqah. Padahal kecintaan kpd selain Allah hanya tipu daya hawa nafsumu. Karena itu, matikan nafsu-nafsumu (ammarah dan lawwamah) dengan melakukan berbagai riyadhoh supaya nafsu2mu terkendali dan tdk menguasai dirimu lagi. Dengan demikian, niscaya kecintaanmu kpd Allah akan semakin tumbuh dan hatimu tdk lagi silau lagi melihat sesuatu selain Allah.
al-Rabbani
Mohon bantuan dan doa semoga pembangunan masjid dan asrama santri dapat berjalan lancar. Bantu donasi dengan klik… https://t.co/RvOwQJLTTq
al-Rabbani
Trm ksh @baznasindonesia yg sdh berpartisipasi dlm pengecoran lantai 2 gdg madrasah diniyah alrabbani. Baznas nyata… https://t.co/n7cKGnfT0o
Follow al-Rabbani on Twitter
Go to top