Sidang kriminalisasi ulama: sidang lanjutan Syekh Arifin kemarin (5/3) menghadirkan saksi ahli yaitu KH. Wahfiudin Sakam, MBA, dan Dr. KH. Hamdhan Rasyid, MA. Dalam kesaksian ahlinya disimpulkan ada beberapa hal: 1. Fatwa MUI Medan yang menyesatkan ajaran Syekh Arifin Mursyid Samaniyah sangat "CEROBOH" krn tidak mengikuti prosedur yang benar, sangat dipaksakan dan terindikasi "pesanan'. 2. Subtansi fatwa sangat lemah karena masalah furuiyah tidak boleh dikeluarkan fatwa sesat. 3. Kelompok radikal FUI (Forum umat Islam) dimanfaatkan supaya fatwa MUI Medan dijadikan dasar utk mengkriminalkan Syekh Arifin dgn tuduhan penistaan agama, padahal faktanya masalah ini tidak memenuhi syarat penodaan agama. 4. Pergerakan kelompok radikal dalam setiap kasus sangat tergantung dari pemodal dan politisi yang bermain. Karena itu, diyakini ada pemodal dan politisi yang bermain dibalik masalah ini. 5. Berdasarkaan fakta-2 di atas meminta para Hakim supaya dapat memutuskan masalah ini dengan hati nurani, jangan takut dengan ancaman dan tekanan dari pihak manapun. jika Hakim mengikuti tekanan kelompok radikal maka hal ini bisa menjadi ancaman NKRI. Selama persidangan di PN Medan kebenaran sudah ditunjukkan: kebohongan ketua komisi fatwa MUI Medan Rangkuti terbongkar di persidangan, kesaksian ahli Tengku Zulkarnaen (tokoh radikal) yg mengatas namakan MUI Pusat sangat lemah argumentasinya, sgt emosional dan temperamental dlm menjawab pertanyaan dari tim pengacara.

Go to top