Muncul kontroversi pembacaan al-Qur'an dalam peringatan Isra' Mi'raj di Istana yg menggunakan langgam Jawa. Pakar Qira'ah Rektor IIQ Jakarta Dr. KH. Ahsin Sakho berpendapat membolehkan membaca al-Qur'an dengan langgam Jawa sebagai perpaduan kalam Ilahi dari langit dan budaya manusia di bumi, selama tidak merusak tajwid dan makaharijul huruf. MUI Pusat KH. Ma'ruf Amin juga membolehkan membaca al-Qur'an dengan langgam jawa dg catatan tetap mengikuti kaidah tajwid dan panjang pendeknya. Silahkan menikmati salah satu Murattal Jawa dari pesantren Brebes tidak kalah merdunya dengan murattal arab.

Go to top