Seorang anggota komisi fatwa MUI sumut bergelar profesor pernah berkata, "untuk menghancurkan tarekat jangan dari lembaganya tp serang personal Mursyidnya. jika nama baik mursyidnya sdh hancur maka dengan sendirinya tarekat akan hancur." Kasus kriminalisasi Syekh Arifin mursyid samaniyah medan sbg bukti nyata utk menghancurkan komunitas tarekat, mulai dari pembuatan fatwa sesat, lalu menggerakkan kelompok radikal FUI utk mengkriminalkan. Namun fakta berbalik, pada sidang saksi ahli kemarin (12/3) yang menghadirkan saksi ahli dari komisi fatwa MUI Pusat Dr. KH. Hamdan Rasyid, MA telah "menelanjangi" kelemahan FATWA MUI SUMUT yang menyesatkan ajaran Syekh Arifin. Fatwa tersebut tdk mengikuti prosedur yang benar sesuai panduan MUI Pusat dalam menetapkan fatwa, fatwa tersebut sangat gegabah dan sembrono. Jika demikian, tidak menutup kemungkinan akan terjadi gugatan balik terhadap komisi fatwa MUI Medan. Ancaman radikalisme nyata di hadapan kita.

Go to top